Friday, January 22, 2010

BUKU CERDAS 1818 PERIBAHASA JAWA


KAMUS PINTAR KAWERUH JAWA


Saturday, December 26, 2009

RIMBON AJI JAPA MANTRA

Adalah warisan leluhur yang berumur, buku ini jika dihitung umurnya sudah mencapai 54 tahun. Merupakan kreasi muda yang cenderung pada ritual permohonan kepada Sang Pencipta. Buku ini berbeda dengan primbon pada umunya, karena isinya didominasi dengan aji japa mantra. Laur biasa, semua aji yang terkenal saat itu dituliskan matranya. Puluhan japa mantra dan beberapa lelaku ada dzlam kemasan buku ini.

Monday, December 7, 2009

URIP ORA GAMPANG

Pitutur luhur yang diunggah di Joglo ini merupakan warisan para leluhur. Isinya berupa kata bijak yang mengajak semua manusia harus berkubang pada ranah rasa yang tinggi. Orang itu harus cerdas tapi harus cerdas hati.

Sunday, October 25, 2009

WAYANG KEBATINAN ISLAM

Diungkap suatu bentuk cara pandang, yakni wayang sebagi warisan budaya menyimpan jalinan pengetahuan, bahkan agama ikut menerawangnya. Kisahnya adalah keika para Wali bersiar membuat lebar luasnya agama. Wayang merupakan alat yang mampu menerjemahgkan masud dan niatan sang wali. --belum tuntas

Tuesday, August 25, 2009

SEMAR GUGAT


Semar ingin menegakkan prinsip-prinsip kebenaran dan keadilan. Sudah menjadi tekad bulat dan akan mengerahkan segenap kekuatan lahir batinnya. Semar dengan mata batinnya melihat bahwa saat itu Batara Guru terlalu kuat dan mendominasi kahyangan Jonggring Saloka. Peran panggung semuanya telah dikuasai, mulai dari sistem hingga lighting kehidupan telah direnggut dan dikangkangi. Sistem inilah yang membuat para dewata lain tidak berkutik, bahkan cenderung "yes man", bahkan kecut dan penakut. Semua dewata takut kehilangan kekuasaannya, posisi dan perannya takut luntur dan ludes jika harus beroposisi. Sisi lain muncul pula penyalah gunaan wewenang, serta merta hal itu terjadi karena struktur politik kahyangan terkondis otoriter, apalagi penyalah gunaan wewenang oleh ketua ikatan wanita dewata yakni Dewi Durga yang notabene permaisuri Batara Guru.
Akhirnya kayangan menjadi inharmoni, ketika betari Durga berkolaborasi dengan Wadyabala jin priprayangan.Onar pasti terjadi.
Tampaknya para kesatriya berbudi luhur yang suka akan kedamaian tak berdaya menghadapi kesaktian sang Betari. Mereka taku dan ciut nyali, karena kalah perbawa dan kalah subasita, apalagi Betari Durga itu termasuk jajaran elite.
Para satriya berihtiar dan merenung diri serasa menerawang pikir, kira-kira modal apakah yang mampu digunakan untuk mengimbangi kekuatan betrahri Durga, jika ada yang dapat digunakan untuk menggulingkan angkara murka Dewi Durga.
Yang membuat ciut nyali itu adalah kemampanan sang Durga apalagi di bungkus rapi oleh mitos-mitos kekuasaan yang cenderung menakutkan
Akhirnya sebuah imbangan hadir, muncullah sang Pamono Agung, dialah Kyai lurah Semar.
Semar akhirnya menjadi imbangan, tidak hanya kesaktian, namun dahsyatnya nurani yang tak tersentuh jiwa iri dengki dapat melumat dan melipat-lipat keangkaraan yang di putar oleh Betari Durga.
Cerita ini memberikan simpulan filosopi, bahwa kawula alit itu memberikan koreksi pada para dewata yang telah terkikis nuraninya. Semar melakukan kontrol kepada elite kahyangan, mengajarkan ilmu sejatinya untuk berlaku keseimbangan. Itulah gambaran singkat buku ini.
Keunggulan buku ini adalah pendiskripsian tuntas tentang Semar, dilihat dari kawasan filosofi. Buku ini mencuplik pikiran pikiran tajam para budayawan, ilmuwan bahkan rokhaniwan .
Sebut saja, Zetmulder,Frant Magnis Suseso, Ong Hok Ham, hingga B.R.O'G Anderson.
Dengan gamblang di urai tentang:
Eksitensi Tokoh Semar
Filosofi di balik "gara-gara'
Semar mbabar Jati Diri
Makna Semar untuk Legitimasi
Semar dan Kosmologi Jawa
Penjelmaan Dewa.
Data buku
JUDUL:SEMAR GUGAT-Kosmologi Jawa dalam Bingkai Simbolisme Pewayangan
PENULIS: Dr.Ir.Wasis Sarjono, MSc
PENERBIT: Kuntl Press. Perum Jongke C-12 Karanganyar Solo. HP: 08175423046
ISBN: 979-97629-0-3
CETAKAN : I- 2006
TEBAL: x + 274 halaman. 14 x 20 cm

Thursday, August 20, 2009

TASAWUF SEMAR HINGGA BAGONG

Simbul, Makna, dan Ajaran Makrifat dalam Punakawan, demikian bunyi tulisan yang terpapar di sampul depan buku ini. Banyak orang menangkap suatu ajaran kehidupan yang dipetik dari tokoh wayang, seperti halnya tokoh punakawan. Hakikat yang tersurat dan tersirat dalam wayang ini memberikan gambaran perilaku manusia dengan segenap sepak terjangnya, utamanya yang tergambar pada tokoh punakawan, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Kendati hanya 'batur'-pembantu alias abdi dalem, ternyata perilakunya bagaikan sebuah mata ajaran bagi sang 'ndara' atau majikannya. Bentuk fisik punakawan itu memang jelek sedikit kesan remeh dan lucu, namun dalam bertindak dan berpikir kadang melampui garis pada umumnya. Filosofis ucapannya kadang terasa membalik logika yang berlaku, yakni mendobrak kebiasaan yang cenderung palsu. Paradigma yang biasa berlaku, dapat dimentahkannya.
Buku ini meletakkan Semar seperti filsuf, karena kearifan dan cinta kasihnya kepada sesama. Semar kendati seorang pembantu, namun berprirlaku bijak, bahkan mampu membuat pola pikir dan pola tindak kesatriya berbudi bawa laksana, artinya kastriya dalam bertindak selalu menempatikan nilai-nilai luhur dan keadilan sebagai bintang pengarah khidupan.
Selanjutnya dari sisi tasawuf, Semar di gambarkan ...belum tuntas
Data buku
JUDUL: Tasawuf Semar Hingga Bagong
PENULIS: Muhammad Zaairul Hag
PENERBIT: Kreasi Wacana. Perum Sidorejo Bumi Indah [SBI] Blok F 155 Kasihan Bantul 55182. Telp: 0274-9128113. E-mil: kreasiwcn@yahoo.com
ISBN: 978-602-8001-32-8
TEBAL: x + 198
CETAKAN: Juni 2009
Isi Buku
WAYANG: SIMBOL KEHIDUPAN MANUSIA
FILSAFAT WAYANG: Menuju Kesempurnaan Hidup
WAYANG SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN:
Nilai Keadilan
Nilai Kedermawanan
Nilai Kebijakansanaan
Nilai Kesopanan
Nilai Demokrasi
Nilai Keberanian, Semangat, dan Tekad Sejati
Nilai Kasih Sayang
WAYANG, ISLAM DAN JAWA DALAM WACANA
MENGENAL FIGUS PUNAKAWAN
Punakawan: Abdi Sekaligus Teman Sejati
Semar Badranaya
Nala Gareng
Petruk Kanthong bolong
Bagong
AJARAN MORAL SPIRITUAL PUNAKAWAN
Berbakti Kepda Guru
Narima Ing Pandum
Ajaran Kepemimpinan Sejati
Ajaran Keseimbangan Hidup Sejati
Ajaran Keselamatan Sejati
Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Ajaran Kebajikan
Ajaran Tasawuf
Lima Belas Sifat Satriya Utama

Warto Selaras

Google